Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Bojonegoro Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2022.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Menjelang hari raya idul fitri Polres Bojonegoro Gelar Apel bersama instansi terkait sebagai bentuk sinergi dengan tema tema “Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat-2022” di halaman Polres Bojonegoro, pada Jum’at (22/4/2022).

Apel tersebut dipimpin langsunh oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad, didampingi Dandim 0813/Bojonegoro, Letkol. Arm. Arif Yudo Purwanto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah dan dihadiri dari instansi terkait diantaranya dihadiri dari Ketua DPRD Bojonegoro, perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Bojonegoro, Bakorwil, Danki 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansubdenpom V/2-1) Bojonegoro, Para Pejabat Utama Polres Bojonegoro, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bojonegoro serta tamu undangan lainnya.

Jelang Hari Raya Idul Fitri Polres Bojonegoro Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2022 2

Untuk memberikan tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2022, Kapolres Bojonegoro memberikan pita yang ditalikan di lengan kiri dari perwakilan TNI-Polri dan instansi terkait.

Menwruskan amanat dari Kapolri Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kapolres Bojonegoro bahwa perayaan hari raya Idul Fitri sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersilaturahmi dengan keluarga serta sahabat.

Momen Idul Fitri tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukan penyekatan-penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Kebijakan pemerintah untuk tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik telah ditanggapi dengan eforia.

“Hal ini terbukti berdasarkan hasil survey Badan Litbang Kemenhub RI, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas atau perjalanan selama lebaran,” jelasnya.

Meskipun begitu, Kapolres menegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya selesai, dan meminta semua harus selalu waspada dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan sangat rawan terhadap terjadinya transmisi Covid-19 menjelang, pada saat dan pasca perayaan Idul Fitri 1443 H.

“Penyelenggarakan Operasi “Ketupat-2022” akan dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 28 April 2022 sampai 9 Mei 2022,” terangnya.

Kapolres mengajak seluruh stakeholder untuk bersama mengantisipasi permasalahan yang mungkin ada menjelang, pada saat dan pasca Idul Fitri 1443 H tahun 2022 harus diantisipasi agar umat muslim dapat menjalankan ibadah ramadan dengan khusuk dan puncaknya pada perayaan Idul Fitri serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat,” ucap Kapolres menirukan amanat Kapolri.

Terakhir menekankan deteksi dini terhadap dinamika dan fenomena yang berkembang sehingga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang prediktif, yaitu tetap dengan melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun, melakukan koordinasi dan kerjasama dengan satgas Covid-19 untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Idul Fitri 1443 H/2022 dan satgas pangan lakukan pemantuan ketersediaan bahan-bahan pokok dan pengendalian harga.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan dan kendaraan bermotor oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad mengatakan pelaksanaan pengamanan Idul Fitri ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah, kelonggaran-kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

“TNI – Polri dan Pemerintah Daerah terus berkoordinasi dan kerjasama dengan satgas Covid-19 untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Idul Fitri 1443 H/2022. Kita akan melakukan patroli dan sambang di tempat fasilitas umum, tempat wisata untuk mengedukasi tetap disiplin protokol kesehatan,” tutupnya. (Mil/Red)

Comment