Kang Sony Perajin Blangkon Yang Tidak Tergerus Zaman.

TUBAN, Wartaku.Id – Blankon atau belangkon dalam pakaian adat Jawa, terutama yang dikenakan laki-laki, bukan hanya sekadar penutup kepala dalam pakaian adat Jawa.

Blangkon sebagai penutup kepala laki-laki Jawa memiliki makna tersendiri, dari bentuk mondalan sampai dua kain yang menjuntai kanan kiri di belakang.

Sebagai penutup kepala, blangkon merupakan penyederhanaan dalam penggunakan iket kepala bagi kaum laki laki Jawa. Karena, menggunakan iket kepala membutuhkan waktu yang lama.

Dalam pembuatan blangkon, ada pakem yang bukan hanya diterapkan bagi para pembuat blangkon, tapi juga para pemakai blangkon itu sendiri.

Di era yang milenial dan modern ini, penggunaan blangkon sudah relatif jarang dipergunakan, hanya dalam moment moment tertentu saja biasanya blangkon dipergunakan, yakni pada saat karnaval, untuk komunitas / paguyuban, Para perias dan Pranotocoro dan moment moment tertentu lainya, sehingga mengakibatkan tidak banyak perajin blangkon seperti pada masa sebelumnya.

Tepatnya di Dusun Banguran Desa Sembungrejo Kecamatan Plumpang Tuban terdapat perajin blangkon yang sampai saat ini masih eksis menerima pesanan pesanan.

“Usaha perajin blangkon ini sudah sekitar 8 tahun yang lalu, pembelinya hampir dari semua kalangan yang ada di Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan bahkan dari luar jawa”, papar Sony Suwarsono. Kamis (10/03/2022)

Pria yang akrab di panggil Kang Sony melanjutkan, ” jumlah produksi perhari tergantung pesanan dan ada yang saya taruh ke toko toko blangkon juga ada.

“Alhamdulillah laba bersih pendapatan dari usaha perajin blangkon ini sudah mencapai diatas 2 juta perbulan pada hari hari biasa”, katanya lagi

Suami dari Eria Novitasari juga mengatakan, “beberapa bahan yang saya gunakan diantaranya spon, kain batik, dan lem tembak. Masalah harga tergantung kain yang diinginkan, semain mahal harga kain maka semakin mahal harga blangkon, begitu juga sebaliknya”.

Pria lulusan MAN Rengel Tuban ini juga mengatakan, “rata rata pembeli waktu membeli blangkon itu sekaligus membeli sembong / jarik kisaran harga 50 ribu sepasang, kalau hanya blangkonya saja tentu lebih miring harganya. Tidak jarang juga ada yang kesini sudah membawa kain batik sendiri sehingga saya tinggal membuatkannya saja”.

“hampir semua pesanan jenis blangkon kami layani diantaranya yang paling diminati adalah blangkon Jawa timuran, blangkon solo dan blangkon jogja. Pada moment tertentu saya juga mendapatkan order blangkon Banyuwangi, blangkon sunda termasuk udeng udeng dari daerah khas tertentu. Biasaanya rame pesanan pada saat karnaval, hari hari besar, bulan puasa termasuk para perias dan para pranatacoro juga pesen blangkon”, tambahnya. (Hen)

Comment