Wujud Rasa Syukur, Warga Ngino Lakukan Ritual Keleman.

TUBAN, Wartaku.id – Dengan wilayah yang luas Indonesia dikenal dengan negara agraris. Hal ini dikarenakan sebagian besar warga Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Pertanian di Indonesia memiliki ciri ciri yang hampir sama di beberapa daerah. Salah satu cirinya adalah bersifat tradisional dengan memanfaatkan alat-alat tradsional serta mempertahankan metode tradisional dalam perawatannya.

Selain metode dan alatnya yang tradisional, beberapa daerah juga mempertahankan adat daerah yang dipercaya dibeberapa daerah sebagai simbol rasa syukur para petani. Salah satu adat yang masih dipertahankan adalah Adat Keleman. Adat ini masih dipertahankan dan dilestarikan khususnya di Daerah Jawa Timur.

Salah satu daerah di Jawa Timur yang masih melestarikan Adat Keleman ini adalah Desa Ngino Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

Kegiatan ritual keleman ini dilaksanakan setiap tahun sekali. Tahun ini ada sekitar 100 kepala keluarga yang mengikuti acara ritual keleman saat ini pada hari Minggu (06/03/2022)

Pelaksanaan ritual hari ini termasuk jumlah yang paling sedikit dibanding dengan sebelum adanya corona.

Kepala Desa Ngino Wawan Hariadi mengatakan, “Acara ini adalah acara keleman, bagian dari uri uri kebudayaan adat istiadat yang berlaku mulai 2015, acara ini kita mengajak para petani bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh yang maha kuasa supaya panenya melimpah karena tentu dengan kita banyak bersedekah kita akan seperti menolak balak yang ada di sekiling kita,” ujarnya.

“Adapun ubo rampe atau piranti yang harus disiapkan ketika acara berlangsung yaitu nasi tumpeng dengan lauk lengkap yang terdiri dari tahu, tempe, ayam, krawuan (sayur daun singkong yang dicampur sambal kelapa yang telah di sangrai),” lanjutnya.

Keleman di ibaratkan seperti seseorang yang tingkepan atau mitoni, jadi seperti halnya orang kita harus memperlakukan hal yang sama terhadap tanaman padi, ketika masa bunting mulai akan keluar butirnya itu dilakukan ritual keleman atau tingkepan.

Sementara itu Sukaji sesepuh desa Ngino menyampaikan, “keleman itu memelihara tanaman agar bisa di panen dengan melimpah yang terbebas dari segala penyakit tanaman,” katanya.

“makanan yang di bawa dalam ritual keleman diantaranya nasi puket, nasi kuning, polo pendem, tales, gembili, uwi, kerut dan juga ada rujak, harapanya para petani sehat dan banyak rejeki,” tutupnya. (Hen)

Comment