Disdagkop Sebut Tidak Ada Penimbunan Minyak Goreng di Bojonegoro, Yang Ada Pemborongan Minyak.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Terkait kelangkaan minyak beberapa waktu terakhir, Disdagkop sebut bahwa di Kabupaten Bojonegoro tidak ada penimbun minyak melainkan pemborongan minyak dalam jumlah besar.

Sukaemi, selaku Kepala Dinas Perdaganga, Koperasi, dan Usaha Mikro (Kadisdagkop UM) mengungkapkan bahwa meskipun ada pengurangan produksi, namun stok minyak dirasa masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sukaemi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kadisdagkop UM

“Saya rasa masih cukup untuk kebutuhan masyarakat terutama di Bojonegoro,” ungkapnya saat gelaran pasar murah minyak goreng pada 04/03/2022.

Selain itu, menurutnya tidak ada penimbunan minyak di Kabupaten Bojonegoro, yang ada adalah pemborongan atau oembelian minyak dengan jumlah besar. Sehingga hal tersebut menyebabkan stok minyak di pasaran sedikit.

“Tidak ada penimbunan, yang ada masyarakat memborong lah ini penyebabnya, jika masyarakat ini tidak panic buying hal itu bisa menstabilkan stok minyak di pasar,” tuturnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mengaku akan terus melakukan pasar minyak goreng murah di setiap kecamatan yang ada di Bojonegoro, selain itu pihaknya juga akan melakukan pengecekan di pedagang.

“Kita sudah menjadwalkan pasar minyak murah di 28 kecamatan, tidak setiap hari kita lakukan paling tidak satu minggu dua atau tiga kali. Untuk jadwal akan kita informasikan di dekat hari pelaksanaan,” jelasnya.

Sementara itu, Sumirah salah satu penjual gorengan mengaku kesulitan mendapatkan minyak. Bahkan harga yang Ia dapatkan di pasar mencapai Rp 19 ribu.

“Kata pemerintah harga minyak goreng Rp 14 ribu, tapi nyatanya di toko saya beli dengan harga Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per liternya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Sumirah juga mengeluhkan kelangkaan minyak sejak beredarnya kabar minyak goreng satu harga Rp 14 ribu. Hal tersebut dirasa sangat berpengaruh dengan usahanya yang mengalami kerugian.

“Sangat berpengaruh dengan dagangan saya, tidak mendapatkan untung yang ada dapat capek. Semoga pemerintah bisa menormalkan kembali harga minyak,” harapnya.

Sementara itu, hasil pengamatan tim wartaku.id di pasar kota Bojonegoro, terdapat minyak goreng dengan harga Rp 20 ribu per liter dengan tambahan kopi satu renceng setiap kemasan.

“Satu liter Rp 20 ribu kalau dua liter Rp 40 ribu dengan per kemasan ditambah satu renteng kopi, meskipun tidak mau kopinya yang satu renceng, harga minyak tetap sama per liter Rp 20 ribu,” ungkap Kaji Sum. (Mil/Red)

Comment