BOJONEGORO, Wartaku.id – Aktivitas sekolah baru saja akan kembali normal dengan dimulainya pembelajaran Pertemuan Tatap Muka (PTM) bebetapa waktu lalu, namun hal tersebut kembali terancam dengan meningkatnya kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di 5 sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro.
Sekertaris Dinas Pendidikan, Suyanto, MM. mengungkapkan bahwa per tanggal 15/02/2022 tercatat beberapa sekolahan melaporkan bahwa siswa dan siswinya terkonfirmasi positif Covid-19.
“Per hari ini beberpa lembaga melaporkan ke kita ada yang positif,” ungkapnya pada 14/02/2022.
Diantaranya sekolah yang terkonfirmasi positif adalah 5 lembaga SMP, 2 lembaga TK, dan 1 lembaga SD. Dari semua lembaga yang telah melaporkan siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut telah dilakukan penanganan mulai dari tes swab kepada seluruh siswa dan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan 50%, bahkan beberpaa diantaranya sudah melakukan daring.
“Sudah dilakukan penindakan kepada sekolah yang terkonfirmasi,” terangnya.
Menurutnya banyaknya siswa yang terkonfirmasi tersebut bermula setelah melakukan perjalanan rekreasi ke luar daerah dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) zona 2 dan 3, mengingat di Bojonegoro masih aman dengan zona 1.
“Secara aturan sendiri di Bojonegoro ini masih level 1, sehingga masih aman untuk melakukan perjalanan atau rekreasi di dalam kota namun, kebanyakan perjalanan luar daerah nah itu kita tidak tau statusya seperti apa dan bisa terpapar dari mana saja,” jelasnya.
Meskipun begitu kegiatan PTM masih terus berlangsung dengan menyesuaikan keputusan dari sekolah masing-masing, namun tetap harus koordinasi dengan satgas Covid-19 dan juga koordinasi dengan Disdik Bojonegoro.
“PTM masih sesuai SE tapi yang sudah masuk laporan kita imbau melakukan langkah-langkah selalu koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk progres, lembaga yang kena positif kita himbau melakukan prose PTM 50%,” tuturnya.
Untuk itu, pihaknya menghimbau agar sekolah menunda dan menjadwalkan ulang kegiatan rekreasi. Selain itu, diharapkan pihak sekolah selalu melakukan laporan konfirmasi, agar dapat segera dilakukan tracking terhadap siswa dan siswi yang terpapar untuk melakukan penanganan dan pemutusan rantai penularan.
“Maksimalkan tugas satgas Covid di lembaga masing-masing, sementara yang kita tekankan adalah kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas kita, ” imbuhnya
Ketatnya peraturan dan pengamanan sekolah tersebut, memberikan dampak terhadap mudah dan cepatnya diketahui siswa yang terserang Covid-19.
“Sekolah tidak menerima siswa sakit, sekali ada yang panas langsung dilakukan tes Sweb, sehingga mudah diketahui,” terangnya.
Terakhir, Suyanto, MM. menekankan kepada seluruh lembaga untuk segera melakukan koordinasi apabila ditemukan siswanya terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga dapat segera dilakukan penanganan. (Mil/Red)


Comment