TUBAN, Wartaku.id – Butuh waktu sekitar dua tahun bagi Ki Abi Manyu yang ada di dukuh Njalin Desa Prambontergayang Kecamatan Soko Kabupaten Tuban untuk belajar membuat kerajinan warangka keris. Walaupun belajarnya secara outodidak hanya mengandalkan pengalaman, namun kini dia telah sukses menjadi perajin warangka keris. Bahkan dengan karya nya itu dia juga sudah kebanjiran pesanan tidak hanya dari kalangan lokal saja, tapi juga keluar Jawa.
Dengan berbekal sebagai seorang MC ( Master of Ceremony) Dangdut dan juga Pranotocoro (MC Resepsi Pernikahan), tentu itu berat baginya. Pasalnya, memerlukan tenaga yang ekstra dan rela memeras otak untuk bisa menghasilkan karya yang terbaik
“Untuk mendapatkan hasil karya yang terbaik, saya rela belajar sampai siang malam dan ikut nimbrung ke teman teman kolektor keris. Dari teman teman itu, tidak sedikit memberi semangat saya untuk menjadi perajin warangka keris”, tuttur Ki Abi Manyu yang punya nama asli Srigiyono
Suami dari Etik Yulianti ini memang mulanya iseng mencoba membuat warangka keris. Modalnya hanya tatah dan palu. Tapi dia tetap memberanikan diri untuk belajar dan belajar membuat warangka keris hingga sekarang menjadi seorang perajin warongko keris. Proses belajarnya itu hingga membutuhkan waktu selama dua tahun. Baginya kendala dalam proses belajar membuat warongko keris yaitu keterbatasan peralatan yang seadanya.
Beberapakali dia sempat patah semangat. Pasalnya, tatah demi tatah harus di jalani secara telaten dan sabar sehingga membuat warangka itu tidak sekedar cepat selesai melainkan harus bagus dan berkualitas. “Alhamdulillah tahun ketiga mulai banyak orderan atau pesanan”, katanya
Dengan adanya peluang itu, Ki Abi Manyu semakin bersemangat untuk membuat kerajinan warongko keris itu sebagai Pekerjaan. Kebanyakan keris yang di pesan yakni jenis Ladrang Jogja dan ladrang Solo.
Ki Abi Manyu mematok bandrol karya nya tersebut dengan kisaran harga 150rb sampai dengan 400rb tergantung permintaanya menggunakan bahan dan kayu apa.
Dengan kisaran harga dan pesanan tersebut, dia tmampu menghasilan omzet 8jt sampai dengan 10 juta perbulan yang sudah berjalan selama 3 tahun. Tentunya ini usaha yang tidak sia sia sambil tetap melakukan pekerjaannya yang dulu sebagai seorang MC.
Tidak jarang Ki Abi Manyu juga mengikuti pameran pameran untuk lebih mengasah keahlian ya dan bertukar pengalaman dengan perajin perajin keris yang lain. Diantaranya Pameran Warangka di Pendopo Kabupaten Tuban dalam rangka Hari Jadi Kota Tuban, juga dalam lomba karya video tentang budaya dia mendapatkan juara 3 seKabupaten Tuban di acara Anugrah Wisata Kabupaten Tuban 2021 tersebut
“Melihat fenomena yang terjadi sekarang menurut Ki Abi Manyu minat generasi muda sekarang sangat minim dalam melestarikan keris, dia berharap untuk bisa ikut mengenalkan kembali budaya warisan leluhur yang merupakan budaya asli dan memiliki estetika seni dengan melalui kegiatan kegiatan kebudayaan, seperti pameran keris”, tegasnya. (Hen)


Comment