BOJONEGORO, Wartaku.id – Kedatangan wakil menteri agama republik Indonesia (Wamenag RI) pada Jum’at, 04/02/2022 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid disambut antusias oleh santriwan dan santri wati.
Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M. Si, beserta rombongan, didampingi oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro juga dari Dandim 0813 serta polres Bojonegoro tersebut disambut langusng oleh Alamul Huda Masyhur dan para santri dengan berbaris rapi dan mengucapkan salam saat rombongan turun dari mobil dan berjalan menuju Pondok.
“Alhamdulillah saya diterima dan disambut dengan baik oleh santri, saya rasa ponpes ini sangat potensial untuk membina dan mendidik santri menjadi anak yang bermanfaat berguna di masyarakat,” tutur Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M. Si.
Sekarang ini, Lanjut Wamenag, banyak yang mengaku pondok pesantren, namun kitab-kitab yang dikaji bukan kitab kuning, tapi kitab yang mengajak perang. Bukan mencintai tanah air, tapi justru mengajak kepada tindakan yang bertentangan dengan nilai hukum dan perundang-undangan.
“Saya merasa sedih ketika BNPT menyebut ada 198 pesantren yang terpapar faham terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme. Seharusnya yang disebut dengan pesantren harus ada kyai, santri, kitab yang dikaji (kitab kuning) yang meng mengajarkan jauh dari nilai radikalisme,” jelasnya.
Menururnya, salah satu peran Ponpes yang diamanatkan dalam undang-undang adalah pesantren sebagai tempat pembinaan dan perubahan ekonomi masyarakat. Selain itu, sebagai institusi pendidikan Ponpes bisa mendidik kader-kader bangsa, mencerdaskan generasi bangsa dan juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.
“Kami harapkan kedepan ponpes selain mendidik santri yang bermanfaat dan memiliki karakter akhlak yang mulia juga memiliki komitmen kebaikan yang tinggi,” tutupnya.
Sedangkan, Alamul Huda Masyhur selaku pengasuh pondok pesantren Al-Rosyid, bersyukur mendapat kunjungan dari Wamenag RI yang menjadi motivasi dan semangat bagi pesantren untuk meningkatkan pendidikan dan kualitasnya.
“Mudahan menjadi satu motivasi dan semangat bagi pesantren untuk meningkatkan pendidikan dan kualitasnya,” jelasnya.
Menurutnya senjata yang tidak terkalakan apabila pendidikan dan pesantren itu baik, maka akan bisa mengangkat bangsa dan negara menjadi baik.
“Kita punya cita cita kedepanya santri Al Rosyid bisa mengambil estafet kepemimpinan dengan tujuan baik menjadikan bangsa Indonesia lebih baik,” jelasnya.
Menurutnya hakikat pondok pesantren tidak ada yang mengajarkan radikalisme atau tidak cinta tanah air. Ajaran pesantren merupakan Hubbul Waton dnegan hukum, kitab dan prinsip kiyai yang jelas.
“Harapan kita disamping pak mentri hadir ponpes ini menjadi tiang juga penjaga negara dalam mempertahankan NKRI dan agama pastinya kita harapkan pesantren bebas dari radikal atau orang yang terlalu bebas, Indonesian tetap bersatu, menuju indonesia yg bermartabat,” tutupnya. (Mil/Red)



Comment