BOJONEGORO, Wartaku.id – Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini mencatat ada sebanyak 1.459 jamaah haji yang siap diberangkatkan, jumlah tersebut merupakan total keseluruhan jamaah yang gagal berangkat di tahun sebelumnya akibat adanya pandemi.
Kepala Kementerian Bojonegoro, Munir menyebutkan bahwa keberangkatan haji di tahun ini masih belum bisa dipastikan, meskipun begitu 1.459 jamaah sudah dinyatakan siap berangkat.
“Pelunasan dan pemenuhan administrasi sudah dilakukan, bahkan sudah koordinasi dengan puskesmas untuk vaksinasi booster, insyaalloh 99 persen siap diberangkatkan,” tuturnya
Kepastian pemberangkatan jamaah haji masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi, karena menurutnya hal tersebut merupakan kewenangan dua negara yaitu, Arab Saudi dan Indonesia, termasuk jumlah kuota pemberangkatan khususnya untuk Kabupaten Bojonegoro yang masih belum ditentukan.
“Tetap menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi. Dari jumlah Jamaah yang siap itu, bisa berangkatan 100 persen, 50 persen, 25 persen atau 10 persen juga bisa, tergantung Arab Saudi,” ungkapnya.
Terkair biaya keberangkatan, pihaknya menuturkan bahwa untuk biaya porsi masih sama yaitu Rp 25 juta, sementara biaya pelunasan sendiri masih menunggu keputusan.
“Masih sama untuk biaya porsinya, sedangkan waiting list nya Bojonegoro saat ini 32 tahun,” jelasnya.
Sementara, pendaftaran jamaah haji di Kemenag Bojonegoro masih ramai oleh masyarakat, untuk itu pihaknya berharap, tahun ini seluruh jamaah Indonesia bisa diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji dan mendapat penambahan kuota pemberangkatan, sehingga bisa mengurangi waiting list jamaah yang sudah mendaftar.
“Mudah-mudahan Arab Saudi percaya dengan Indonesia sehingga di tahun 2022 jamaah haji bisa berangkat semua, bisa sehat semuanya,” tutup Munir. (Mil/Red)


Comment