BOJONEGORO, Wartaku.id – Peristiwa tenggelamnya perahu penyebrangan tradisional antara Desa Semabung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu menyisakan 9 sepeda motor dan satu perahu yang belum bisa terangkat.
Menurut sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Ma’arif menuturkan, dari 10 sepeda motor yang turut tenggelam saat peristiwa nahas tersebut, baru satu sepeda motor yang berhasil di angkat.
“Masih ada 9 motor di dasar sungai yang belum diangkat,” ungkapnya.
Rencananya, pengangkatan bangkai sepeda motor tersebut akan dilakukan saat puncak musim kemarau mendatang, pada sekitar bulan Juli atau Agustus.
“Nanti sekitar bulan 7 atau 8 dari relawan off road yang akan dibantu juga dari relawan lain dan warga penambang pasir tradisional untuk mencari lagi di musim kemarau mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, bangkai motor dan satu perahu tersebut sudah berusaha diangkat pada hari ke-7 atau hari terakhir operasi SAR, namun karena kontur dasar sungai yang banyak bebatuan sehingga belum berhasil mengangkat kendaraan tersebut.
“Sempat kita angkat, namun belum berhasil bahkan beberapa tali sampai putus. Karena tersangkut karang di dasar itu kan banyak bebatuan,” jelasnya.
Arif juga menuturkan bahwa kondisi kendaraan itu tidak terbawa atau terseret arus karena dasar sungai tersebut curing berbatu yang disebabkan kontur bangunan jembatan yang mempersempit ruasan air sehingga arus air semakin kuat.
“Kita harapkan nantinya saat pengangkatan di agustus mendatang bisa mengurangi rasa berduka korban atau keluarga korban,” harapnya.
Pihaknya juga menambahkam pencarian telah dihentikan, hal tersebut sesuai dengan Protap yang di tetapkan yaitu apabila selama 7 hari pencarian dan tidak ditemukan tanda korban, maka pencarian dihentikan. Selain itu, alasan ke dua yaitu karena proses kimiawi pada jasad yang sudah tidak memungkinkan untuk ditemukan setelah 7 hari. (Mil/Red)


Comment