Selama 2021 Sebanyak 800 Orang Penerima Bansos di Bojonegoro Lapor Rekening Masih Kosong

BOJONEGORO, Wartaku.id – Selama 2021, sebanyak 800 orang dari 14.494 orang penerima bansos dari beberapa priode melaporkan saldo rekening masih Rp 0 rupiah. 378 diantaranya BNI cabang Bojonegoro sebut belum ada data bayar dan sudah di proses.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Arwan menyebutkan sepanjang 2021 di Bojonegoro ada sebanyak 14.494 orang yang mendapatkan jatah bantuan sosial (Bansos). Jumlah tersebut merupakan kalkulase dari semua jenis bantuan dan beberapa priode.

“Sepanjang 2021 sudah menginfentarisir dan melaporkan sebanyak 800 orang yang mengalami kendala dan rekening masih Rp 0 rupiah,” ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan yang pertama sebelumnya di tahun 2020 juga mengalami hal yang sama. Sementara, pihaknya sudah melakukan konfirmasi dan melaporkan hal tersebut kepada kementerian sosial (Kemensos) selaku pemberi bantuan.

Arwan Kepala Dinas Sosial Dinsos Bojonegoro

“Jika ATMnya kosong kami hanya bisa menginfentarisir dan melaporkan kepada pusat, karena yang melakukan pencairan adalah Kemensos dengan men Top Up BNI pusat untuk menyalurkan ke masing-masing penerima,” ujarnya..

Pihaknya juga meyakinkan bahwa masyarakat yang sudah menerima ATM dipastikan tetap menerima bantuan, namun bantuan tersebut belum bisa dipastikan waktu cairnya.

“Bisa saja cairnya langsung 3 bulan sekali, ada juga yang 6 bulan sekali,” tuturnya.

Pimpinan Cabang BNI Bojonegoro, Gunawan Wibisono menyebutkan bahwa sepanjang 2021 dari sebanyak 14.494 orang penerima, 378 penerima dari priode Juli hingga Desember melaporkan bahwa saldo rekening masih Rp 0 rupiah.

“Ada 378 orang yang melaporkan rekening 0 saat tanggal pencairan, setelah di cek ternyata masih belum ada data bayar (rekening atau atm yang sudah terbentuk belum ada data bayar),” jelasnya.

Menurutnya hal tersebut sudah ditangani dengan melaporkanya ke pihak Dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro untuk dilaporkan ke Kementerian sosial (Kemensos).

“Kita dan Dinsos selalu koordinasi terkait hal ini, namun memang terkait rekening yang kosong tersebut ada banyak kemungkinan,” tuturnya.

Banyaknya jenis bantuan yang diberikan dan dengan prosedur pengambilan yang berbeda serta berbedanya jenis bantuan yang di dapat per orang juga masih belum sepenuhnya difahami oleh masyarakat.

“Bantuan yang di dapat berbeda-beda, sementara masyarakat sendiri biasanya kalau tetangga dapat dia harus dapat, sementara pemerintah membagi bantuan berbeda-beda, ada yang kemiskinan ekstrim, ada bansos PPKM, ada juga BPNT yang ambilnya di agen yang ditugaskan,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya selalu melakukan sosialisasi terhadap masyarakat ketika mendapati rekening bantuan yang kosong, Ia juga berpesan agar masyarakat tidak panik terlebih dahulu.

“Para penerima yang saldo 0 jangan terlalu panik, sampai berprasangka macam2. Penyaluran bantuan sosial sangat transparan, dan minim di slewengkan, misalkan belum masuk di rekening KPM (Keluarga Penerima Manfaat), berarti masih di rekening Kemensos,” terangnya. (Mil/Red)

Comment