BOJONEGORO, Wartaku.id – Semenjak datangnya musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro alami tren kenaikan. Bahkan per tanggal 14 Januari 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatat ada sebanyak 112 kasus dan 2 diantaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Bojonegoro, dr. Whenny Dyah Prajanti mengungkapkan kenaikan kasus DBD terlihat sejak pertengahan bulan Oktober 2021.
“Sejak masuk musim pancaroba sudah mulai ada tren kenaikan,” ungkapnya.
Tercatat pada bulan November 2021 ada sebanyak 83 kasus, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat lebih pada bulan Desember yang mencapai 262 kasus dengan 4 orang meninggal dunia. Bahkan per tanggal 17 Januari 2022, kasus DBD masih tinggi dan tercatat 112 terjangkit DBD hingga menelan korban jiwa 2 orang.
Kasus tersebut banyak dialami oleh anak dengan usia 8 hingga 10 tahun, disebabkan imunitas yang belun sebagus orang dewasa dan juga aktivitas yang dilakukan di jam-jam menggigit nyamuk Aedes Aegypti.
Untuk itu, pihaknya menekankan kepada masyarakat agar selalu memperhatikan lingkungan dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gertak satu satu (Gerakan satu rumah satu jumantik).
“Tidak bisa kalau hanya mengandalkan pengkaderan, masyarakat harus lebih aware dengan lingkungan juga,” jelasnya.
Pihaknya juga mengaku telah membagi tim abatisasi selektif, selain itu penyuluhan dan PE (Penyelidikan epitodologi) di lingkungan yang terindikasi terjangkitnya DBD, dan tindakan akhir berupa penyemprotan foging.
“Foging itu tidak bisa sembarangan jadi harus melalui tiga kegiatan itu dulu baru terakhir foging,” jelasnya.
Penyemprotan foging yang terlalu sering juga menimbulkan resiko resistensi, atau kekebalan terhadap nyamuk. Tidak hanya itu, dr. Whenny juga menjelaskan foging hanya membunuh nyamuk dewasa sementara jentik dan telur nyamuk tetap hidup.
“Dengan Foging misal di semprot pagi, sorenya sudah banyak nyamuk baru lagi, untuk itu masyarakat juga harus melakukan pencegahan berupa PSN, ini yang harus ditekankan,” tutupnya (Mil/Red)


Comment