Pedagang Pasar tradisional Kota Bojonegoro Menolak Dipindahkan ke Pasar Wisata.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Pemindahan pasar tradisional ke pasar Wisata yang baru saja selesai dibangun akan segera dilakukan, namun dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro seluruh pedagang menolak pemindahan tersebut.

Pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro Menolak Dipindahkan Ke Pasar Wisata 1

Pak Warsito selaku ketua paguyuban pedagang pasar Kota Bojonegoro, mengaku menolak pemindahan tersebut. Bahkan saat sosialisasi berlangsung sempat terjadi perdebatan antara pedagang dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro.

“Kami tetap akan menolak untuk dipindahkan ke Pasar Wisata,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini pihak pedagang tidak pernah diajak untuk berdiskusi dan diberi sosialisasi terkait pembangunan pasar baru, baik masalah konsep dan tata letak pasar.

“Pembangunan tersebut amburadul, ketika pemerintah bilang untuk pemindahan lha selama ini saja tidak pernah ada sosialisasi pembangunan, kok langsung diusir itu bagaimana,” tuturnya.

Warsito merasa pihak pedagang tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan design maupun konsep pembangunan pasar Wisata tersebut. Sedangkan menurut Agus Mujiono selakaku advokad yang berpihak pada pedagang, sebagian dari mereka juga sudah memiliki sertifikat kepemilikan kios dari hasil membeli maupun menyewa dari PT. Alindo yang sejak dulu diberi kewenangan mengelola pasar tersebut.

“Sejak dulu tahun 1992 persyaratan bagi pedagang untuk bisa masuk pasar juga tidak mudah, banyak sejarah perjuangan yang sudah dilakukan oleh pedagang,” terangnya.

Pihaknya juga mengungkapkan waktu pemindahan yang di tetapkan pemerintah terlalu singkat. Selain itu, lokasi pasar Wisata yang terletak berdekatan dengan Pasar Banjarejo 1, pusat perbelanjaan modern Bravo dan KDS dirasa tidak menguntungkan bagi para pedagang.

“Disana juga dekat dengan Pasar Banjarejo 1, KDS, dan Bravo terus kita disuruh makan apa,” jelasnya.

Dengan tegas Warsito mengungkapkan akan tetap menolak, bahkan pihaknya juga mendatangi DPRD Bojonegoro untuk meminta bantuan agar dipertemukan dengan Bupati Bojonegoro yang tidak hadir dalam sosialisasi yang dilakukan. (Mil/Red)

Comment